How many visitors in my blogger ? :D

02/04/11

Tumband Band Top Aljannah

Heylo!
Pernah baca bio gua kan yang gua jadiin entri?
Ini dia yang gua maksudkan, Tumband BandTop Aljannah
Mau liat kelanjutannya? Ayok teruskan membacanya



Diawali dengan kebiasaan menabuh meja ketika snack time di sekolah mereka, tujuh murid SD Al Jannah Islamic Full Day School, Cibubur, Jakarta Timur, membentuk grup yang mereka namakan Tumband. "Awalnya kami cuma bertiga (Ega, Yudha, dan Daffa) waktu kelas empat SD. Pas lagi snack time kami sering main ketuk-ketuk meja, iramanya jadi lagu orang lain. Dari situ kami nyobain ekstrakurikuler musik," cerita Dovanda Farizqi Sekarno atau Daffa (gitar).
Walaupun mereka masih anak-anak kemarin sore, Daffa bersama Raditya D Pancayudhanto (vokal), Muhammad Irsyaad Zaini (vokal), Farhan Aditya Wibowo (gitar), Mega Bhuwana (bas), Rizky Mazlin Siregar (drum), dan Muhammad Luthfi Ardi (keyboard) sudah biasa melahap lagu-lagu yang tenar dinyanyikan The Rock hingga The Virgin. "Belajar lagu-lagu orang dulu awalnya. Mulai 'Lupa-lupa Ingat' (Kuburan Band), 'Masih Ada' (Ello), 'Munajat Cinta' (The Rock), 'Cinta Terlarang' (The Virgin)," kata Daffa.
Dari situ, di bawah arahan guru musik sekolah mereka, Tumband mulai menemukan konsep bermusik mereka. "Saya tes satu lagu, bawain lagu The Rock. Meskipun masih acak-acakan, tapi bagus buat seukuran anak-anak," nilai guru musik SD Al-Jannah, Yodi.
Tumband kemudian meninggalkan lagu-lagu The Rock dan The Virgin. Dua lagu tentang anak-anak lalu dicipta oleh Yodi untuk Tumband. "Karena mereka bagus, akhirnya saya janji buatkan lagu pas snack time," terang Yodi.
Akhirnya, "Masih Ngantuk" dan "Aku Malu", yang menjadi single-single andalan Tumband dalam album Tumband Vol. 1, pun tercipta. "Lagu 'Masih Ngantuk' itu awalnya gara-gara kami sering telat, terus Pak Yodi kesal. Akhirnya, dibikinin lagu," kisah Daffa. "Kalau 'Aku Malu', itu cerita tentang ulangan. Jadi, lagu itu gara-gara pas ulangan kami suka tukar-tukaran jawaban waktu snack time," lanjutnya.
Dengan pengaruh musik dewasa, Tumband masuk ke beberapa jenis musik. "Jadi, kami punya reggae, pop, rock, ya campuran dari lagu-lagu yang pernah kami dengarkan. Tapi, liriknya tetap anak-anak, lirik lucu-lucu," kata Daffa.
Siapa sangka, dua single jagoan yang menceritakan kenakalan murid-murid SD itu justru mendatangkan prestasi. "Kami juara satu Festival Musik tingkat SD se-Jakarta Timur yang diselenggarakan oleh Sekolah Internasional Global Mandiri di Kota Legenda dengan membawakan lagu-lagu karya sendiri berjudul 'Masih Ngantuk' dan 'Aku Malu'. Itu jadi nilai plus karena kami bawain lagu-lagu sendiri, sementara orang lain bawain The Rock," cerita Daffa lagi.
Dari situ pula Tumband dilirik oleh pencipta lagu anak yang pernah terkenal pada 1990-an, Papa T Bob. "Ada dua orangnya Papa T Bob datang ke kami menawarkan rekaman. Memang, nilainya pasti komersial, tapi sekarang ini anak-anak sudah kelas 6 SD, mau ujian dulu. Jadi, tawarannya kami tolak," terang Manajer Tumband yang sekaligus orangtua Rizky, Dharmayuwati Pane Siregar.
Yodi optimistis Tumband bisa menjadi contoh yang baik seperti grup anak Cabe Rawit yang tenar pada awal 1996. "Saya rasa ini bisa jadi contoh yang baik di saat tidak ada lagi penyanyi cilik yang bisa jadi panutan," tutup Yodi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar