Pernah gak ngerasaiin di hukum di tengah teriknya matahari yang sedang menyinari saat bulan Puasa? Kalo udah berarti senasib kalo belum gue pingin bagi-bagi cerita ini ke pembaca blog ini, silahkan menikmati hidangan posting ini, semoga kalian menyukai~
Hari Kamis, 4 Agustus 2010. Keadaan di luar kelas sangatlah panas karena matahari yang menyinari cahayangya dengan terik. Saking teriknya, banyak orang yang malas untuk keluar. Dengan alasan, di luar sangat panas. "Cang, Kacang bangun" Ucap Qila membangunkanku seraya menggoyangkan badanku. Aku bangun dari tidurku, kepalaku sangat sakit. Aku baru beberapa menit saja memasuki alam mimpiku. Aku langsung bangun dan mengembalikan almameter milik Qila lalu aku berterima kasih kepadanya. "Qil., lu sholat gak?" Tanyaku. "Nggak" Jawabnya singkat. "Yaudah, ayok ke kelas 91" Ajakku. Lalu kami menuju kelas 91, diikuti temanku yaitu, Irma, Umaya, dan Andri.
Peraturan di sekolahku memang begitu, misalkan ada anak muslimah yang sedang tidak sholat, anak muslimah yang tidak sholat tersebut di suruh mengumpul menjadi satu ruangan yang dekat dengan masjid untuk mendengarkan ceramah yang di bawakan oleh anak murid. Tugas ceramah itu mempunyai masing-masing kelas dan perjadwal.
Lalu aku menuju kelas 91, saat sampai disana, memang banyak anak muslimah yang sedang tidak sholat. Lalu, kami duduk. Aku paling tidak suka duduk, karena pegal walaupun terkadang aku sangat membutuhkan duduk kalo sedang capai berdiri atau berjalan terus menerus. Aku duduk dan bercanda sedikit oleh Umaya. Lalu, salah satu dari kami mengajak untuk membeli minum. Kami akhirnya membeli minum dan balik ke kelas kami masing-masing. Aku tidak membeli minum. Hanya Umaya dan Irma yang membeli. Sesampai di kelas, aku di tawari minum karena aku sangat haus dan ditambah cuaca yang tidak mendukung. Saat duduk, gak beberapa lama menit kemudian, kami di panggil oleh kakak kelas kami, yang bernama Kak Einary. Kak Einary membuka pintu dan berbicara "5 orang pak" Lalu ia menambahkan "Keluar yang tidak sholat" Katanya. Lalu, Kak Einary ke kelas yang lain. Kami di suruh keluar karena kami ingin di hukum. Bukan kami saja, ada dari kakak kelas kami dan adek kelas.
Kami dihukum lumayan lama, huh panas banget sih, kenapa pake dihukum segala ucapku mengeluh. Kami di bolehkan masuk ke kelas kalau guruku sudah balik ke sekolah dari masjid. "Dek kalo di ketawaiin bilang 'LAAA' ya?" Ucap kak Sovi. Lalu, kami hanya mengangguk menandakan iya. Setelah sholat, baru anak murid yang terlihat, belum ada guru. Saat anak murid melihat kami dihukum di lapangan, benar mereka menertawakan kami dan kami membalas dengan mengucapkan "LAAA", dengan sekejap, orang yang meremehkan kami kicep dengan seketika hoho...
Lalu, kelihatan guru. Kami di ceramahan dahulu. Blablabla, aku tidak terlalu mendengarkan cermahan tersebut, saat di ceramahi, aku malah sibuk dengan memainkan kuku. Hahaha hal negatifku keluar saat seperti ini ahahaha. Lalu kami dibolehkan balik ke kelas dan pulang dari rumah. Huft....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar