Part One
Tok… Tok… Tok… Terdengar suara ketukan pintu. “Lavina, ada surat untukmu” Ucap Ibu Lavina sambil mengetuk pintu kamar Lavina dan memegang secarik surat. “Iya bu” Kata Lavina sambil membuka pintu kamarnya. “Ini ada secarik kertas untukmu Lavina” Ucap Ibu Lavina Sambil menyodorkan secarik kertas. Lalu Lavina mengambil secarik kertas dan berterima kasih kepada ibunya dan lalu ia menutup pintu dan membuka apa isi dari surat itu.
Ia menutup, dan lalu ia membuka. Ternyata ia mendapat surat dari acara “Teenagers get Free In Here” Lalu ia membuka dan mebaca isi surat tersebut:
Kepada Yth. Lavina Syifa
Selamat! Kamu terpilih dalam acara perkemahan “Teenagers Get Free In Here”. Dalam Acara ini, kamu dapat mengajak sahabatmu maksimal 6 orang. Acara ini dilaksanakan pada 5 hari lagi. Dalam rangka ini, kamu bisa melakukan apa saja yang kamu inginkan seperti apa yang kita inginkan. Yang mendapatkan Surat ini hanyalah orang yang beruntung sajam yang mendapatkan surat ini hanya 3 orang yang beruntung. Ayo ikut dalam acara ini. Acara ini sangat menyenangkan.
Tetapi, kamu harus menginap di dalam asrama “Teenagers Get Free In Here”. Kamu bisa tinggal dan menepati asrama ini sesuka mu. Mungkin kamu teratarik, tertarik bawalah surat ini ke “Teenagers Get Free In Here” Sekian. Good bye cute girl.
Ketua Panitia, TGFI
Innayah Maulidda J
Setelah membaca surat ini, ia sangat terkejut dan bahagia. Lalu ia menyimpan surat itu. Lalu ia pergi ke rumah pohon yang ia buat oleh para sahabat-sahabatnya. Ia menaiki sepeda untuk ke rumah pohon. Setelah sampai, ia memanjat pohon untuk sampai di rumah pohon. Setelah sampai rumah pohon. Ternyata para sahabatnya juga sedang megumpul.
“Wah pada lagi ngumpul ya? Kok ga ngomong?” Tanya Lavina “Iya hehe” Jawab Shinta dengan santai sambil melempari bola tennis ke dinding rumah pohon. “Teman-teman aku dapet surat dari TGFI, katanya boleh ngajak sahabat, Kalian mau ikut ga? “ Tanya lagi Lavina “Hmmm.. Boleh” Jawab serempak Lintang, Doni, dan Shinta.
“ Eh Lav, tapi denger-denger si Illa juga dapet loh” Ucap Doni menambahkan “Tau dari mana kamu?” Tanya Lintang “Loh kalo aku sih tau Dari Bima” Jawab Doni. “Oh” Lalu mereka melajutkan apa yang tadi mereka kerjakan.
Di sana, Doni dan Lintang asyik dengan memainkan PS, Shinta asyik membaca majalah sepeda yang dibawakan oleh Lintang, sementara Lavina, asyik mendengarkan lagu dari Ipod yang dibawanya. Pukul dua belas siang tiba, tiba-tiba semua aktivitas berhenti. Waktunya Pulang.
Shinta dan Doni pulang bersama karena rumah mereka satu arah, mereka menaiki sepedanya masing-masing. Lavina dan Lintang pulang bersama. Lavina menaiki sepedanya sementara Lintang menaiki Skateboardnya. Di tengah Jalan, mereka Lavina dan Lintang bertemu dengan Illa dan Ike berjalan. Lalu, Lavina dan Lintang pura-purana ia b tidak melihat.
Tidak terasa, sudah di depan rumah mereka masing-masing. Lalu mereka memasuki rumah mereka masing-masing. Sesampai di rumah, Lavina langsung menceritakan kepada kedua orangtuanya tentang surat itu dan meminta izin. Lalu kedua orang Lavina menyetujui dan senang mendengar cerita tersebut.
Tidak terasa, sudah hampir mendekati hari yang ditunggu-tunggu. “Akhirnya hari-hari itu sudah dihampir datang” Ucapnya dalam hati. Selanjutnya ia bingung, karna ia bingung mau melakukan apa lagi. Bingung mau melakukan apa, ia hanya duduk di kursi belajarnya. Tak terasa, ia melamun. Ia melamunkan tentang “Teenagers Get Free In Here”.
Ia membayangkan betapa serunya di TGFI, ia membayangkan, di sana para remaja dengan enaknya bebas melakukan apa saja yang diri mereka inginkan, lalu ia juga melamunkan apa saja yang ia inginkan. Saking keasyikan melamunnya, tiba-tiba ada yang menghancurkan lamunannya. Terketiba sahabatnya, Shinta masuk. ‘Dorrr” Shinta mengagetkan Lavina. Seketiba Lavina sadar dari lamunannya “Yaallah Shinta” Ucap kaget Lavina. Shinta hanya menghe. “Apa yang kamu lakukan disini?” Tanya Lavina “Bosen di rumah jadinya main ke rumahmu deh” Jawab Shinta. “Oh, eh ke rumah pohon yuk” ajak Lavina “Ayok” Jawab Shinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar